Pada organ mata,sinar cahaya UV dengan panjang gelombang sekitar 380 nm akan langsung ditransmisikan ke retina (bagian belakang organ mata yang sensitif). Dan berdasarkan fisiologi struktur mata, cahaya radiasi UV merupakan penyebab terjadinya reaksi kimia yang mempercepat penuaan lapisan mata yang akan membuat katarak atau dalam kondisi menatap langsung gerhana matahari dapat menyebabkan “retina terpanggang”.
Besarnya intensitas sinar UV yang menembus ke retina menyebabkan kerusakan pada sel batang (rod cell) dan kerucut (cone cell) pada mata. Cahaya matahari (khusus komponen UV) menjadi pemicu serangkaian reaksi kimia pada sel-sel mata yang mana akan merusak kemampuan sel tersebut merespons objek visual. Dan dalam intensitas yang besar dan lama, akan menyebabkan kerusakan parah pada sel mata. Yang pada akhirnya akan menyebabkan mata mengalami buta sementara atau bahkan buta permanen.
3.2 Bagaimana dampak sinar ultraviolet terhadap mata?
Ternyata bukan hanya kulit yang bisa terbakar oleh sinar UV, namun mata juga bisa terbakar jika kita tidak melindunginya dari radiasi sinar yang sangat kuat. Karena ketajaman sinar UV yang mengenai mata bisa mengakibatkan beberapa masalah pada mata, seperti terjadinya reaksi oksidasi pada lensa mata yang akan menimbulkan kekeruhan pada lensa sehingga menimbulkan penyakit yang disebut katarak, juga kerusakan pada kornea dan retina.
Kebanyakan penderita menglami kerusakan mata akibat radiasi UV ini adalah dari anak-anak dan remaja. Karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, sementara lensa mata mereka sesungguhnya lebih transparan dari pada yang dimiliki orang dewasa dan ini yang menyebabkan sinar atau cahaya panas lebih mudah untuk masuk menembus ke rentina.
Kornea sangat rentan terhadap efek UV-C dan tingkat yang lebih rendah dari UV-B. UV-C yang dilepaskan oleh busur pengelasan dapat diserap oleh kornea dan gejala sensasi benda asing, robek dan nyeri dapat muncul antara 30 menit sampai 12 jam setelah paparan. Eksposur yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan sel-sel kornea.
Porsi UV-A dan tingkat yang lebih rendah dari UV-B yang ditularkan melalui kornea dan berair, dan hampir benar-benar diserap oleh lensa kristal. Meskipun menyakitkan, dapat mengubah protein nuklir lensa dan menyebabkan kekeruhan lensa (katarak).
Penyakit lain yang ditimbulkan akibat sinar UV antara lain degenerasi makular, yaitu sebuah peyakit mata yang terjadi ditengah (pusat) dari retina, jaringan di belakang mata yang sensitif (peka) terhadap sinar. Penyakit ini berangsur angsur akan merusak penglihatan tangah yang tajam.
Selain penyakit tersebut, radiasi sinar UV juga dapat menyebabkan pterygium atau pertumbuhan pada lapisan luar (bagian putih mata) yang pada akhirnya menutupi bagian tengah kornea, dan corneal sunburn (photokeratitis) yang terjadi akibat paparan sinar UV-B berlebih.
Photokeratitis ini mirip dengan sengatan matahari darikornea dan konjungtiva, dan biasanya tidak menyadari sampai beberapa jam setelah paparan. Gejala meliputi Gejala meliputi rasa sakit, intens air mata, kelopak mata berkedut, dan ketidaknyamanan dari cahaya terang.
3.3 Bagaimana cara mencegah kerusakan mata akibat sinar ultraviolet?
– Menggunakan kaca mata berwarna hitam
Pada musim memiliki sinar UV yang kuat, ketika pergi keluar, kita sebaiknya mengenakan kacamata hitam untuk melindungi mata. Seperti yang kita semua tahu, sinar UV memiliki kekuatan besar merusak kesehatan tubuh, termasuk mata. Tanpa perlindungan apapun, periode singkat paparan di sinar UV yang berbahaya akan mengakibatkan peradangan akut, sepertikonjungtivitis, keratitis, dan sebagainya. Hal ini juga mempercepat terjadinya katarak, dan kadang-kadang ini akan mempengaruhi bagian bawah mata dan menyebabkan degenerasi makula sehingga visi mata buruk dipengaruhi.
Sunglasses adalah salah satu produk kaca mata yang bisa kita gunakan untuk melindungi mata. Sunglasses dengan 100% UV Protection merupakan alat penangkal radiasi yang paling ampuh. Alat ini dapat menyaring sinar UV sehingga dapat mencegah visi mata dari bahaya efektif, sehingga mampu melindungi mata secara keseluruhan dari berbagai sudut seperti wrap-around dan oversized-sunglasses.
– Batasi terkena paparan sinar matahari dari pukul 10.00-14.00
Pada pukul 10.00-14.00 sinar matahati bersinar terang. Pada saat itu sinar UV-B memiliki akan memiliki intensitas tertinggi, sehingga dapat menyebabkan dampak negatif dari paparan sinar UV menjadi maksimal. Sinar UV-B akan membuat mata kita menjadi lebih beresiko untuk terkena berbagai macam penyakit mata. Oleh karena itu disarankan agar menghindari paparan langsung dari sinar matahari pada jam tersebut.
– Gunakan topi atau pelindung kepala serta pakaian pelindung lainnya.
Pemakaian topi tidak hanya melindungi kepala dari sengatan sinar namun juga akan membuat mata kita sedikit terlindungi. Bagaian topi tersebut yang menghalangi paparan langsung sinar matahari pada mata. Walaupun tidak berperan besar seperti kacamata, namun setidaknya penggunaan topi akan membantu mengurangi resiko cacat mata. Jika dipadukan dengan penggunaan kaca mata mungkin akan lebih memaksimalkan perlindungan terhadap mata.
– Menggunakan Sun Nuansa
Sun nuansa sangat cocok digunakan pada musim dingin, karena salju menyegarkan dapat mereplikasi 80% dari sinar Ultra violet, praktis dua kali lipat jumlah pertanggungan terhadap radiasi UV Anda foto volta. Jika Anda ski atau snowboard, memilih yang terbaik skikacamata adalah penting untuk keamanan sinar UV memuaskan di sekitar lereng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar